#16 Stranger

Dia di suatu sudut. Tak jelas. Memikirkan persoalan-persoalan yang baginya memang tak ada jawapan langsung. Ini bukan soal cinta atau rindu katanya, ini tentang kesunyian masing-masing.

Katanya lagi, kesunyian bukanlah seperti duduk bersendirian sambil merenung gelas dan membaca Gibran. Atau, pergi mengembara ke penjuru-penjuru dunia tanpa pasangan. Itu definasi orang-orang yang malas membaca, orang-orang yang seumur hidupnya cuma duduk di rumah, menonton melodi sambil memikirkan status yang bagus untuk laman sosial-nya.

Ahh... mana ada dah orang nak reflek The Way, Into The Wild, The Bucket List, The Beach... Bla bla bla. Cuba tanya diorang, kenal tak Sufi? Kenal tak Rumi? Chairil? Neruda? Paz? Gibran apa tah lagi. Dia mengeluh.

Kesunyian cuma tentang mendalami diri sendiri. Kesunyian itu alami, yang kita perlu terima sepenuhnya. Bukan dibenci gara-gara tak ada orang nak peduli tentang perasaan dan kisah hidup kau. Kesunyian bukan alasan untuk kita memikirkan cinta; kalau saja tiba-tiba kesunyian datang cengkam celah kelengkang kau tak semestinya itu tandanya kau kena gelabah bercinta. Tak. Cinta tu apa? Cinta itu pakaian yang kau perlu tukar hari hari— basuh, bila kotor— buang, bila kau rasa ia dah tak muat atau rabak. Tak. Bukan.

Dia terlihat lebih tegas.

Kenapa orang terlalu senang memikirkan cinta? Kenapa orang terlalu mudah bercakap tentang cinta? Kenapa? Kenapa suka-suka je diorang buat cinta macam buat kuih? Campur telur; cinta. Sukat tepung; cinta. Cinta bukan eksperimen! Bukan. Mereka tak tahu ke yang nilai 'cinta' itu tinggi sampai-sampai kita tak mampu untuk letak harga untuk itu? Bahwa cinta bukan perisai, tapi yang dapat buat perisai tetap berfungsi sebagai perisai. Cinta yang mereka anggap bukan 'cinta', tapi kepalsuan.

Tak ada ke orang nak datang dekat kau kemudian dia cakap, "Saya rasa kita patut keluar mengembara, ke hujung dunia, hirup teh dan membahas cinta di sana."?

Tambahnya lagi,

Tak semua orang yang kau rasa hidupnya sunyi, boring, tak-swag, tak-havoc, tak up-to-date tu tak ada kehidupan. Orang-orang macam tu lah yang biasanya boleh ubah dunia dan lebih faham cinta walaupun seminit tanpa akaun twitter atau instagram.

Kata-katanya terhenti disitu. Sambil menghapus kesan kopi dimulutnya, dia kemudian berjalan keluar. Gelas masih penuh, dan dia tak muncul lagi. Mujur, tak ada apa yang berterbangan dan cuaca masih ok. Cuma satu perkara setelah itu; Cinta.

1 comment:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete